Air mengalir dalam jiwamu Sungguh tenang jiwa sucimu Lengkungan indah di wajahmu Menyapa pagi bersama mentari Sinar wajahmu mengalahkan matahari Keikhlasanmu mengalahkan samudera Namun, matahari tak seterang dulu Siluet senja mulai pergi Jugakah sinar wajahmu tetap mengalahkan rembulan ? Di malamku yang kelam Akankah bintang-bintang menemaninya ? Dan kembali menerangi Andai bisa kudekapkau Meski tiga detik Akan selalu tergambar kau Meski hanya maya Tulus ikhlasmu akan selalu ada Karena memang, kaulah pelita * This poetry is presented for all of my high school teachers
Tau enggak sih,gimana rasanya jadi ibu yang kehilangan anak semata wayang ? Sakit rasanya ! Mana anak satu-satunya, eh terus anaknya enggak ada. oke,kejadian ini dialami oleh kucing gw. Kucing emang betina, dan dia punya anak semata wayang,karena beberapa anak lainnya ada yang mati dan ilang enggak tau ke mana. Anak yang masih nyisa kan tinggal satu, warnanya bagus banget, dan belang tiga. Pokoknya lucu abis, dan kucing gw ini (ibunya si anak kucing) sayang banget sama anaknya. Dia sering bawain makanan,terus meong-meong ke anaknya untuk dikasihin makanan yang dia bawa. Tapi beberapa hari yang lalu, dia meong-meong lagi, tapi suaranya agak aneh. Kaya nyari sesuatu yang hilang. Dan benar saja, ANAKNYA HILANG ! Dan foto anaknya itu, udah beberapa kali gw upload di tumblr. Ini fotonya : Sedih pasti rasanya karena kehilangan anak semata wayang. Masa harus nunggu hamil lagi supaya punya anak kucing yang lucu-lucu ? Itu kan butuh waktu,tenaga,dan pengorbanan. Setel...
Komentar