Dentingan logam dan kaca tak berarti Memecah sepi, dalam perenungan malam Ah, mungkin angin lewat Ah, masa bodo Dentingan lagi satu dua kali Menggila apa entah tak pasti Tetapi, iyakah perundakan tetap menunggu sepi? Mungkin lelah terlalu lelah Sampai remuk tubuh tak ingin dikejar Sampai hangus tulang tak jua dipuja Sampai kering asa tak jua dikeluhkan Mungkin jenuh terlalu jenuh Sampai peradangannya jua tak ubah Sampai kesendiriannya jua tak ingat Ah, mungkin jenuh pula benak dalamnya Masa bodo insan intelektual Tak gerak, tak pindah jemari tangannya Masa bodo lidah-lidah kebijakan Tak tahu di luar jendela, tak tahu di balik pintu Ah, masa bodo dunia Sampai perenungannya hilang dari perenungannya Sampai asa mungkin tak lagi asa Sampai kicau bibir-bibir manis pudar dari telinga
Menyambangi ranah baru emang gak mudah :"( Makan tenaga, hati, pikiran. Padahal ini masih bakal dijalani sekiranya minimal satu setengah tahun ke depan. ya…hanya bisa menyemangati diri sendiri ~ Entah. Kamu memang sudah kehilangan ‘rumah’ dua kali. Tapi, siapa tau ini adalah rumah yang kau maksud itu, Fal. Meskipun bukan dalam konteks yang lebih formal dan terikat. Wallahu a'lam. Allah yang paling tau bagaimana caranya supaya kita terbina, supaya kita berkembang, supaya kita semakin dewasa. Ya.…lagi-lagi, hanya bisa menyemangati diri sendiri~
Komentar